Alasan Banyak Bersedekah di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah semua ibadah diberi ganjaran yang lebih dibanding hari lain. Pada hari ini Caramaster ingin mengulas soal landasan agama apa alasan mengapa dalam bulan ramadhan harus banyak bersedekah dan berinfak. Ini penting karena dalam banyak riwayat hadis nabi disebukan mengenai infak di bulan ramadahan dan bahkan Rasulullah sendiri mencontohkannya dalam sebulan penuh dimana belia karena begitu dermawannya hampir-hampir semua hartanya diberikan kepada orang lain. Sedekah sebenarnya bisa dilakukan kapan dan dimana saja hanya saja khusus yang dilakukan dibulan ini jauh lebih afdal karena pada bulan yang penuh ampunan dan berkah ini segala amal dilipatgandakan dan bahkan amalan sunnah dinilai wajib oleh Allah swt. dan yang wajib dilipatgandakan ganjarannya hingga 700kali lipat dan bahkan lebih.

Berinfak dan bersedekah di bulan puasa berbeda dengan bulan lain bukan hanya karena pahalanya besar tapi juga karena kita ingin mencari ampunan Allah yang sebesar-besarnya sehingga dengan menambah amalan berupa infak ini kita berharap agar pemohonan ampunan kita kepada-Nya bisa diterima. Terlebih lagi karena setiap sedekah yang kita keluarkan akan bernilai sebagai amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir jika kita tujukan untuk tujuan seperti pembangunan Masjid, Madrasah dan fasilitas umum lainnya yang memberi manfaat pada banyak orang.

Baca dulu : Artikel Bulan Ramadahan yang lebih lengkap

Dalil Hadis Nabi Mengenai Anjuran dan Semangat Bersedekah dan Berinfak di Bulan Ramadhan

pahala infak di bulan puasa

Di bawah ini adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas ra. yang menceritakan soal bagaimana sikap kedermawanan Rasulullah ketika memasuki bulan puasa.

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi saw. adalah orang yang paling senang memberi. Bahkan Semangat Nabi dalam memberi lebih (tampak) membara lagi saat bulan Ramadhan, pada bulan tersebut malaikat Jibril menemui beliau. Malaikat Jibril menemui nabi setiap malamnya di bulan Ramadhan. Malaikat Jibril mengajarkan Al Qur’an pada waktu itu. Dan Rasul saw. adalah orang yang paling semangat dalam menjalankan kebaikan dan bahkan bagai angin yang bertiup.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Hadis di atas menggambarkan bagaimana yang dilakukan Nabi di bulan puasa dimana beliau yang sebelumnya memang sudah dikenal sangat dermawan, bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa ketika nabi menjelang wafatnya hanya memiliki 7 dirham emas, menjadi jauh lebih dermawan lagi sehingga belia digambarkan sikapnya bagai angin yang bertiup karena mudahnya dalam mengeluarkan harta yang ia miliki untuk orang lain.
  2. Ditambahkan oleh Ibnu Rajab ra bahwa maksud dari hadis di atas adalah bahwa nabi adalah orang yang sangat rajin dalam memberi infak pada orang lain. Bahkan disebutkan bahwa Nabi aadalah orang yang memiliki sifat paling sering berderma dari yang lainnya. Dan bukan cuma harta, dalam Lathoiful Ma''arif disebutkan bahwa belia juga orang yang paling dermawan dalam hal berbagi ilmu dibanding orang yang lain, tak ada yang ia sembunyikan melainkan diajarkan kepada orang lain.
  3. Baca juga : Amalan Bulan Ramadhan yang Pahalanya Besar

Faidah Banyak Berderma/Bersedekah/Berinfak di Bulan Puasa

bersedekah bulan ramadhan

Dari banyak literatur yang ditemukan diketahui bahwa nabi yang memiliki sifat penderma mengandung banyak faidah dan keutamaan di antaranya adalah karena bulan Ramadhan:

  1. Bulan Mulia dan pahala dilipatgandakan - Setiap orang sudah barang tentu, bagi yang betul sadar akan ayat-ayat Allah, tidak akan meninggalkan satu pun ibadah di bulan ini karena pahala yang diberikan berbeda dengan bulan lainnya.
  2. Membantu orang yang berpuasa - Dengan banyak sedekah di bulan ramadhan berarti kita juga membantu orang yang berpuasa yang pahalanya sama dengan yang didapatkan oleh orang yang berpuasa juga karenanya pula dengan ini kita melancarkan usaha orang untuk melakukan ibadah salat dan berzikir di malam hari karena kebutuhan mereka terpenuhi. Simak salha satu hadis Nabi saw. berikut ini: 

 مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa saja yang memberi makan orang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang  berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dari orang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi )

3.  karena kita ingin meniru apa yang dilakukan oleh Allah di mana Allah swt. juga memberi rahmat dan pembebasan dari api neraka pada hamba-Nya, terutama pada malam Lailatul Qadr.

4.  Menggabungkan antara ibadah puasa dan juga sedekah merupakan sebab seseorang dimudahkan masuk  dalam surga. dalam hadis disebutkan:

    عَنْ عَلِىٍّ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ». فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ »

Dari ‘Ali, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dari dalamnya dapat dilihat dari luarnya.” Kemudian orang Badui ketika mendengar ini langsung berdiri lalu berkata, “Untuk siapa keistimewaan itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disiapkan bagi orang yang berkata baik, memberi makan (kepada orang yang membutuhkan), rajin melakukan berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari - Qiyamul-Lail - ketika manusia terlelap tidur” (HR. Tirmidzi )

5.  Mudah diampuni dosanya - Menggabungkan antara ibadah sedekah dan ibadah puasa adalah sebab seseorang mendapat kemudahan meraih ampunan dari dosa-dosanya dan juga selamat dari siksa-Nya. Sebagaimana dalam riwayat disebut:

    الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ

    “Puasa adalah tameng dari neraka seperti tameng seseorang ketika ingin berlindung dari upaya pembunuhan.” (HR. Ibnu Majah)

Mengenai sedekah dan shalat malam diriwayatkan:

    وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ

    “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana halnya api dapat dipadamkan dengan air, begitu pula salat seseorang di tengah malam.” (HR. Tirmidzi)

6.  Mensucikan orang berpuasa - Sedekah adalah untuk menutupi kekurangan ketika berpuasa, itu pula sebabnya ada kewajiban zakat fitrah di akhir Ramadhan,

    فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

    “Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan orang berpuasa dari kata-kata  sia-sia dan kotor, juga untuk memberi makan kepada orang yang miskin.” (HR. Abu Daud)

Jangan lupa belajar : Cara Mengganti Puasa yang ditinggalkan - Mengqadha Puasa

Semoga penjelasan singkat Alasan Banyak Bersedekah di Bulan Ramadhan ini bisa menjadi rujukan kita semua dalam menjalan ibadah bulan puasa yang penuh berkah dan ampunan ini. Mari tingkatkan ibadah kita kepada yang Maha Kuasa dengan membaca kumpulan Artikel Bulan Ramadhan yang telah kami tulis sebelumnya karena setiap persoalan pasti ada ilmunya dan dengan ilmu kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih sempurna lagi.
Facebook Twitter Google+

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

×
Back To Top